Tampilkan postingan dengan label cita-cita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label cita-cita. Tampilkan semua postingan

Senin, 17 November 2014

Nasihat

Antum yang bekerja bercita citalah jadi direktur,raih jabatan itu dan tetap taat karena jabatan antum bisa menyuruh orng untuk berwudhu dan dhuha sblm kerja,bisa memberi ruang untuk solat berjama`ah di masjid
Antum yang berdagang,bercita citalah untuk jadi sudagar,tunjukan ahlaq sebagaimana Rasulullah saw berniaga.dan dari harta antum ikutilah teladan rasulullah saw yg berinfaq seperti angin terus menerus,atau seperti utsman bin affan ra,abdurrahman bin auf ra dan seluruh sahabat lainnya yg ia orang kaya yg mampu menginfaqan harta di jalan Allah.
Antum yang jadi pelajar bercita citalah untuk menjadi yang terbaik,menjadi mahasiwa unggulan agar tahu bahwa islam itu cinta ilmu,bahkan segala hal harus dilandasi oleh ilmu sebelum beramal
Antum yang jadi politisi,bercita citalah untuk jadi pemimpin di negeri ini.tunjukan bahwa islam juga mengajarkan bagaimana memimpin negara,sebagaimana sejarah membuktikan islam itu mampu memimpin peradaban dunia ini dengan gemilang
Antum yang menjadi polisi,tentara bercita citalah untuk menjadi penegak kedaulatan.menjadi pengayom dan berjuang dalam kenyamanan dan keamanan negeri ini,lindungilah saudaramu..tebarkanlah rahmat dan jadilah askar yang taat sebagaimana khalid bin walid setelah ia menjadi muslim menjadi singa dalam peperangan dan panglima yang takut pada Allah
Antum yang jadi hakim,jaksa,pengacara berlakulah adil dan ingatlah bahwa islam pun sangat memperhatikan aspek keadilan dan keotentikan data dalam setiap perkara yang akan dicari kebenarannya,teruslah berada dalam gerbong kebenaran karena keteguhan antum untuk keadilan insya Allah akan jadi pemberat pahala di mata Allah swt.
Antum yang jadi guru,pendidik teruslah bina generasi agar ia mampu menjadi insan bertaqwa dan menjadi manusia unggul dalam seluruh bidang dengan bingkai iman,islam dan ihsan.ahlaqanya tertuang dalam jiwa tumbuh menjadi pengemban misi Islam yakni menebarkan ketrentaman dalam beribadah kepada Allah dan keyakinan bahwa segala sesuatu Allah menyaksikan.

Ridwan (ridho)
Karawang

Rabu, 29 Mei 2013

seri ayah juara : visi keluarga

keluarga adalah soko peradaban, maka bukanlah hal yang main-main berbicara mengenai keluarga. pembelajarannya memakan waktu yang lama dan tingkat intensitas yang tinggi, dari sinilah orang itu dikenal menjadi apa dan bagaimana.

bicara keluarga berarti bicara mengenai peradaban, membangun peradaban di masa yang akan datang. Maka ini harus jadi satu catatan penting bahwa akad nikah antara dua orang insan pada hakikatnya mereka itu siap menjadi penyumbang sejarah peradaban,oleh karena itu bicara keluarga sebenarnya harus ditanamkan jauh sebelum orang-orang itu mendekati usia pernikahan yakni dimulai dari masa kecilnya.

Mungkin terlalu jauh bicara masa kecil, namun ketahuilah hampir sebagian besar pola pikir dan tingkah laku kehidupan orang dewasa dipengaruhi oleh masa kecilnya. Jika kita lihat tokoh-tokoh besar dalam bingkai tercatat sejarah, mereka  dibesarkan oleh lingkungan yang juga besar terutama keluarga. Saya belum menemukan tokoh-tokoh besar dalam sejarah berasal dari keluarga yang tak pernah melakukan komunikasi dengan anak-anaknya atau dalam arti yang lebih jauh para pahlawan bukan berasal dari keluarga yang amburadul.

Inilah mengapa,seorang pemuda yang bercita-cita ingin menikah harus punya visi yang jelas tentang kehidupannya. Bukan pemuda atau pemudi yang berkeinginan menikah hanya karena ingin menyalurkan nafsu biologisnya saja, setelah itu selesai. maka yang terjadi bisa diprediksikan bahwa manusia itu sifatnya lemah tidak kekal, yang cantik jadi keriput, yang kencang jadi keriput jika tidak ada visi yang jelas dalam kehidupan terutama keluarga yang ingin dibangun siap-siaplah merasakan penderitaan.

Visi keluarga harus dibangun atas dasar kepahaman hingga timbulah rasa cinta dalam jiwa, bukan berdasarkan pada logika saja. Karena sering sekali logika itu mengalami kesulitan bertemu dengan jiwa. perlu juga diketahui bahwa kehidupan ini adalah perpaduan antara daya nalar dan juga perasaan, sehingga tumbuhnya menjadi indah dan menentramkan. itulah yang disebut dengan bahagia....