Konsisten..merupakan satu kata yang mudah diucapkan namun sering sekali banyak orang yang terjatuh dengan kata ini, sehingga orang sering sekali pada akhirnya tidak pernah punya perencanaan dalam hidupnya karena menganggap percuma punya rencana nanti juga akan dilanggar.
Memang secara sepintas terkesan benar juga apa yang diucapkan, "nanti juga akan dilanggar". Jika hal itu sudah kita yakini kebenarannya lambat laun malah akan menghantarkan kita pada sebuah suguhan kebudayaan yakni suatu peradaban tanpa visi alias tidak peduli dengan masa depan. sungguh menyeramkan !
Konsisten sering sekali tidak menemui ruangannya, sehingga ia selalu terpinggirkan bahkan terkadang hampir punah sebelum akhirnya orang kemudian menemukan standarisasi operasional. Namun terkadang saya melihat ada keganjilan, jika ia sedang berada dalam lingkungan kerja profesinya maka seakan ia orang yang 100% termanage namun ketika diluar dari pekerjaanya ia pun terlihat 100% tidak termanage. mengapa bisa begitu? jawabannya adalah konsisten
Oleh karena itu, konsisten itu penting. ia selalu akan tersambung dengan kata keberhasilan alias juara, maka tak ayal lagi perlawanan sengit itu akan selalu hadir manakala diri kita ini menerapkan kata konsisten. beberapa hari ini saya coba sempatkan diri untuk membaca 10 bersaudara bintang Al Qur'an, satu kata terucap "Subhanallah", sungguh sebuah suguhan luar biasa bagi orang tua tentang bagaimana konsistensi itu membawa hasil yang signifikan. duet kedua orang tua yang konsisten untuk mencapai visi keluarga, meski secara pasti kedua orang tua itu yakni Ust. Mutamimul 'ula dan Ustdzh Wirianingsih orang yang sibuk, namun luar biasa masih memperhatikan bagaimana mendidik anak sesuai dengan keunikannya masing-masing.
konsisten..konsisten itulah satu kebutuhan mutlak menjadi ayah juara, ayah yang mampu membawa kapal rumah tangga ke arah yang diridhoi ALLAH, tanpa konsisten kapal itu akan oleng bahkan terhempas. Manalah mungkin keluarga itu akan menjadi sakinah mawahdah warahmah jika ia tidak bertemu dengan konsisten untuk tetap menjaga dirinya dan keluarganya dari api neraka (At Tahrim:8), manalah mungkin seorang manusia bernama Ibrahim mendapat julukan kekasih Allah jika ia tidak konsisten untuk menjalankan apa yang diperintahkan ALLAH secara konsisten meski berat menjalaninya dan manalah mungkin qudwah hasanah yakni Rasul Muhammad saw begitu dicintai umat jikalau ia tidak konsisten untuk mecintai umat walau sakaratul maut sudah di depan mata?
sekali lagi mari kita berdo'a pada Allah : Ya Allah konsistenkanlah iman yang terhujam dalam jiwa ini, biarkan iman ini yang menjadikan pikiran dan langkahku implementasikan amal-amal yang Engkau ridhoi. jadikanlah aku hidup mulia dan mati dalam keadaan khusnul khotimah, aamin
Tampilkan postingan dengan label iman. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label iman. Tampilkan semua postingan
Selasa, 04 Juni 2013
Rabu, 16 Januari 2013
Allah-lah yang kita harapkan
Jika kita berlari ke mahluk maka sesungguhnya kita akan menemui kekecewaan, karena bisa jadi pada saat kita temui ternyata harapan yang kita gantungkan tidak bisa diharapkan hasilnya. Bisa jadi atau bahkan mungkin sering kita itu terlalu cepat mengharapkan hasil tanpa melihat proses yang sudah kita jalani, selain itu kesalahan terbesar adalah ketika impian atau harapan yang diinginkan kita gantungkan bukan kepada Allah swt namun kepada yang lainnya.
permasalahan utama adalah kurangnya kita menyambut seruan dari Allah, ketika adzan berkumandang yang terasa biasa saja. maka wajar jika Allah pun bersikap biasa saja dengan kita. yuk kita pahami dalil berikut :
"dan apabila hamba-hambaKu bertanya kepadamu (Muhammad) tentang Aku, maka sesungguhnya Aku dekat. Aku kabulkan permohonan orang yang berdoa apabila dia berdoa kepada-Ku. Hendaklah mereka itu memenuhi (perintah)-Ku dan beriman kepada-Ku, agar mereka memperoleh kebenaran" (Al Baqarah:186)
Di ayat itu, Allah akan kabulkan do'a-do'a apapun yang kita pinta kepada-Nya..namun disini nih yang harus kita pahami bahwa semua itu akan bisa dikabul kalau "falyastajiibuulii" (kalau kita memenuhi perintah/seruan), kata "falyastajiibuulii" itu berlaku secara umum tanpa ada kekhususan jadi semua seruan perintah harus kita penuhi dulu, namun tidak berhenti di situ kita juga "al yu'minuu bii" (beriman kepada Allah)..nah judulnya orang yang beriman, maka orang tersebut tidak pernah banyak tanya mengenai apa yang diperintah oleh Allah.
Oleh karena itu, mari mulai sekarang kalau kita punya permasalahan segera "lari" menuju Allah. Insya Allah semua masalah selesai.
permasalahan utama adalah kurangnya kita menyambut seruan dari Allah, ketika adzan berkumandang yang terasa biasa saja. maka wajar jika Allah pun bersikap biasa saja dengan kita. yuk kita pahami dalil berikut :
"dan apabila hamba-hambaKu bertanya kepadamu (Muhammad) tentang Aku, maka sesungguhnya Aku dekat. Aku kabulkan permohonan orang yang berdoa apabila dia berdoa kepada-Ku. Hendaklah mereka itu memenuhi (perintah)-Ku dan beriman kepada-Ku, agar mereka memperoleh kebenaran" (Al Baqarah:186)
Di ayat itu, Allah akan kabulkan do'a-do'a apapun yang kita pinta kepada-Nya..namun disini nih yang harus kita pahami bahwa semua itu akan bisa dikabul kalau "falyastajiibuulii" (kalau kita memenuhi perintah/seruan), kata "falyastajiibuulii" itu berlaku secara umum tanpa ada kekhususan jadi semua seruan perintah harus kita penuhi dulu, namun tidak berhenti di situ kita juga "al yu'minuu bii" (beriman kepada Allah)..nah judulnya orang yang beriman, maka orang tersebut tidak pernah banyak tanya mengenai apa yang diperintah oleh Allah.
Oleh karena itu, mari mulai sekarang kalau kita punya permasalahan segera "lari" menuju Allah. Insya Allah semua masalah selesai.
Langganan:
Postingan (Atom)