Tampilkan postingan dengan label cinta. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label cinta. Tampilkan semua postingan
Minggu, 24 Agustus 2014
Jumat, 19 Juli 2013
refleksi tentang cinta
Bahwa bicara mengenai cinta akan selalu terasa panjang, bahkan bisa jadi melelahkan. Namun selalu ada hal yang baru mengenai cinta di setiap pembicaraannya dan juga kelakuannya. Dalam mempelajarinya juga dibutuhkan perjalanan waktu dan ruang untuk bisa sampai kategori mendekati kesempurnaan,ia bahkan harus terus diikat dan harus terus diperbaharui.
Misalnya saja dalam ikatan keluarga, dimana nuansa cinta harus terus bergelora bahkan sampai tidak ada kata titik. Quu anfusikum wa ahlikum naaro adalah satu sentuhan luar biasa dari Allah untuk para penjaga cinta yakni kepala keluarga, disinilah jalan yang seharusnya diperhitungkan untuk terus dijaga karena sebagai kepala keluarga ia seharusnya memberikan pelayanan yang terbaik untuk orang-orang yang ada dalam keluarganya.
Ayah, kata sederhana namun sarat akan makna. disinilah peran pemahaman seorang ayah mengenai posisinya dalam keluarga. Jika mendalaminya lebih mendalam sang ayah ternyata adalah penjaga cinta yang harus terus menyala, tanpa mendalaminya sang ayah hanyalah menjadi pemimpin yang tanpa punya kuasa apa-apa. sahabat..ketahuilah bahwa menjadi ayah itu bukanlah sederhana namun sebenarnya langkah -langkah menjadi seorang ayah itu selalu sederhana yakni terus menerus mengobarkan cinta di tengah keluarganya.
maka, jika mau melihat suatu peradaban lihatlah keluarganya. Jika lihat keluarga maka lihatlah ayahnya..bagaimana?
Misalnya saja dalam ikatan keluarga, dimana nuansa cinta harus terus bergelora bahkan sampai tidak ada kata titik. Quu anfusikum wa ahlikum naaro adalah satu sentuhan luar biasa dari Allah untuk para penjaga cinta yakni kepala keluarga, disinilah jalan yang seharusnya diperhitungkan untuk terus dijaga karena sebagai kepala keluarga ia seharusnya memberikan pelayanan yang terbaik untuk orang-orang yang ada dalam keluarganya.
Ayah, kata sederhana namun sarat akan makna. disinilah peran pemahaman seorang ayah mengenai posisinya dalam keluarga. Jika mendalaminya lebih mendalam sang ayah ternyata adalah penjaga cinta yang harus terus menyala, tanpa mendalaminya sang ayah hanyalah menjadi pemimpin yang tanpa punya kuasa apa-apa. sahabat..ketahuilah bahwa menjadi ayah itu bukanlah sederhana namun sebenarnya langkah -langkah menjadi seorang ayah itu selalu sederhana yakni terus menerus mengobarkan cinta di tengah keluarganya.
maka, jika mau melihat suatu peradaban lihatlah keluarganya. Jika lihat keluarga maka lihatlah ayahnya..bagaimana?
Selasa, 04 Juni 2013
seri ayah juara : konsisten bersama visi
Konsisten..merupakan satu kata yang mudah diucapkan namun sering sekali banyak orang yang terjatuh dengan kata ini, sehingga orang sering sekali pada akhirnya tidak pernah punya perencanaan dalam hidupnya karena menganggap percuma punya rencana nanti juga akan dilanggar.
Memang secara sepintas terkesan benar juga apa yang diucapkan, "nanti juga akan dilanggar". Jika hal itu sudah kita yakini kebenarannya lambat laun malah akan menghantarkan kita pada sebuah suguhan kebudayaan yakni suatu peradaban tanpa visi alias tidak peduli dengan masa depan. sungguh menyeramkan !
Konsisten sering sekali tidak menemui ruangannya, sehingga ia selalu terpinggirkan bahkan terkadang hampir punah sebelum akhirnya orang kemudian menemukan standarisasi operasional. Namun terkadang saya melihat ada keganjilan, jika ia sedang berada dalam lingkungan kerja profesinya maka seakan ia orang yang 100% termanage namun ketika diluar dari pekerjaanya ia pun terlihat 100% tidak termanage. mengapa bisa begitu? jawabannya adalah konsisten
Oleh karena itu, konsisten itu penting. ia selalu akan tersambung dengan kata keberhasilan alias juara, maka tak ayal lagi perlawanan sengit itu akan selalu hadir manakala diri kita ini menerapkan kata konsisten. beberapa hari ini saya coba sempatkan diri untuk membaca 10 bersaudara bintang Al Qur'an, satu kata terucap "Subhanallah", sungguh sebuah suguhan luar biasa bagi orang tua tentang bagaimana konsistensi itu membawa hasil yang signifikan. duet kedua orang tua yang konsisten untuk mencapai visi keluarga, meski secara pasti kedua orang tua itu yakni Ust. Mutamimul 'ula dan Ustdzh Wirianingsih orang yang sibuk, namun luar biasa masih memperhatikan bagaimana mendidik anak sesuai dengan keunikannya masing-masing.
konsisten..konsisten itulah satu kebutuhan mutlak menjadi ayah juara, ayah yang mampu membawa kapal rumah tangga ke arah yang diridhoi ALLAH, tanpa konsisten kapal itu akan oleng bahkan terhempas. Manalah mungkin keluarga itu akan menjadi sakinah mawahdah warahmah jika ia tidak bertemu dengan konsisten untuk tetap menjaga dirinya dan keluarganya dari api neraka (At Tahrim:8), manalah mungkin seorang manusia bernama Ibrahim mendapat julukan kekasih Allah jika ia tidak konsisten untuk menjalankan apa yang diperintahkan ALLAH secara konsisten meski berat menjalaninya dan manalah mungkin qudwah hasanah yakni Rasul Muhammad saw begitu dicintai umat jikalau ia tidak konsisten untuk mecintai umat walau sakaratul maut sudah di depan mata?
sekali lagi mari kita berdo'a pada Allah : Ya Allah konsistenkanlah iman yang terhujam dalam jiwa ini, biarkan iman ini yang menjadikan pikiran dan langkahku implementasikan amal-amal yang Engkau ridhoi. jadikanlah aku hidup mulia dan mati dalam keadaan khusnul khotimah, aamin
Memang secara sepintas terkesan benar juga apa yang diucapkan, "nanti juga akan dilanggar". Jika hal itu sudah kita yakini kebenarannya lambat laun malah akan menghantarkan kita pada sebuah suguhan kebudayaan yakni suatu peradaban tanpa visi alias tidak peduli dengan masa depan. sungguh menyeramkan !
Konsisten sering sekali tidak menemui ruangannya, sehingga ia selalu terpinggirkan bahkan terkadang hampir punah sebelum akhirnya orang kemudian menemukan standarisasi operasional. Namun terkadang saya melihat ada keganjilan, jika ia sedang berada dalam lingkungan kerja profesinya maka seakan ia orang yang 100% termanage namun ketika diluar dari pekerjaanya ia pun terlihat 100% tidak termanage. mengapa bisa begitu? jawabannya adalah konsisten
Oleh karena itu, konsisten itu penting. ia selalu akan tersambung dengan kata keberhasilan alias juara, maka tak ayal lagi perlawanan sengit itu akan selalu hadir manakala diri kita ini menerapkan kata konsisten. beberapa hari ini saya coba sempatkan diri untuk membaca 10 bersaudara bintang Al Qur'an, satu kata terucap "Subhanallah", sungguh sebuah suguhan luar biasa bagi orang tua tentang bagaimana konsistensi itu membawa hasil yang signifikan. duet kedua orang tua yang konsisten untuk mencapai visi keluarga, meski secara pasti kedua orang tua itu yakni Ust. Mutamimul 'ula dan Ustdzh Wirianingsih orang yang sibuk, namun luar biasa masih memperhatikan bagaimana mendidik anak sesuai dengan keunikannya masing-masing.
konsisten..konsisten itulah satu kebutuhan mutlak menjadi ayah juara, ayah yang mampu membawa kapal rumah tangga ke arah yang diridhoi ALLAH, tanpa konsisten kapal itu akan oleng bahkan terhempas. Manalah mungkin keluarga itu akan menjadi sakinah mawahdah warahmah jika ia tidak bertemu dengan konsisten untuk tetap menjaga dirinya dan keluarganya dari api neraka (At Tahrim:8), manalah mungkin seorang manusia bernama Ibrahim mendapat julukan kekasih Allah jika ia tidak konsisten untuk menjalankan apa yang diperintahkan ALLAH secara konsisten meski berat menjalaninya dan manalah mungkin qudwah hasanah yakni Rasul Muhammad saw begitu dicintai umat jikalau ia tidak konsisten untuk mecintai umat walau sakaratul maut sudah di depan mata?
sekali lagi mari kita berdo'a pada Allah : Ya Allah konsistenkanlah iman yang terhujam dalam jiwa ini, biarkan iman ini yang menjadikan pikiran dan langkahku implementasikan amal-amal yang Engkau ridhoi. jadikanlah aku hidup mulia dan mati dalam keadaan khusnul khotimah, aamin
Rabu, 24 April 2013
kul twit | cinta
-
.karena cinta manusia bisa melakukan sesuatu di luar logika
-
itulah mengapa selalu ada kisah heroik dalam perjalanan cinta
-
karena itulah mengapa dalam kehidupan itu perlu ada cinta dan dibiarkan tetap ada #senandungcinta
-
disinilah..(hati) muara cinta itu berasal #senandungcinta
-
maka jika hati bersih maka cinta itu akan mengalir dengan jernih dan menyejukan #senandungcinta
-
tulus adalah kisah selanjutnya setelah melepaskan energi yang bernama cinta itu,#senandungcintamaka jangan pedulikan ketika cinta tak bersambut,#senandungcinta
- jika engkau itu tulus,ia tak lagi perhatikan tentang seberapa besar kembalinya cinta itu kepada kita #senandungcinta
-
sekali lagi cinta itu harus dengan misi #senandungcinta
- karena dengan diisi misi, cinta itu menjadi terlihat "matang" #senandungcinta
-
matang karena ia hanya berfikir dan terus bergerak untuk memberi #senandungcinta
- ia akan meninggalkan hal-hal yang tidak penting dan menjadi sibuk untuk urusan kebaikan yang dicintanya #senandungcinta
-
maka wajar jika cinta selalu mempunyai teman sejati yang bernama pengorbanan #senandungcinta
-
sungguh cinta sejati itu tidak pernah mengenal kata ujung #senandungcinta
- karena pada posisi akhir manusia beriman pun tetap mendapat rasa itu (cinta)#senandungcinta
-
surga itu merupakan kumpulan penuh dari cinta Allah kepada manusia pilihan #senandungcinta
-
dan yang pasti untuk ukuran Allah hal itu tidaklah seberapa, namun setetes nikmat bagi manusia itu luar biasa #senandungcinta
-
maka jika kita sudah komitmen untuk berjuang dan memperjuangkan kebaikan #senandungcinta
-
maka jangan cemberut itu menglahkan kita untuk tidak menjemput cinta dari Allah itu #senandungcinta
-
so, cukuplah perjalanan memperjuangkan kebaikan itu harus selalu dimulai dengan rasa cinta itu #senandungcinta
Kamis, 27 Desember 2012
Cantik..tetaplah bercahaya
Ya Allah alhamdulillah,
atas anugerah perempuan cantik yang kau sandingkan untukku. Sayang, maafkan aku
jika tak sempurna karena aku bukanlah lelaki yang turun dari surga namun dengan
bersandingnya engkau denganku semakin meneguhkan diriku untuk menjadi seorang
lelaki yang sempurna. Atas pesona jiwamu yang kau pancarkan pada diriku semakin
membuatku yakin bahwa engkaulah perempuan pilihan langit yang diturunkan hanya
untukku..i love you cantik....
Ya Allah, atas
pilihanMu itulah aku tersadarkan bahwa menjadi lelaki sempurna butuh sebuah
proses, hari demi hari yang terususun dalam perjalanan bahtera cinta membuatku
semakin cerdas dan terus membuatku bahagia dengan pilihanMu. Tak salah jika
Engkau mengajak diriku untuk memilih dirinya melalui do’a dan shalat hingga
akhirnya aku putuskan untuk memilih dirinya..
Sayang...tahukah bahwa
cerita cinta ini lebih indah dari setumpuk tulisan cinta dan dalamnya lautan
tinta yang aku torehkan pada tulisan ini. Sayang...Lies terima kasih telah
membuatku selalu tersenyum dalam perjalanan ini, sejuknya cintamu membuatku
selalu bahagia meski beban berat di pundakku terasa memberatkan.
Sayang..di matamu
tersimpan cinta suci yang tulus kepadaku, segarkan jiwa dan membuatku serasa
ingin membelah diri sehingga aku bisa titipkan satu jiwaku untuk selalu
bersamamu. Hempaskan segala buliran keluh dalam jiwa hembuskan nada optimis
untuk tatap masa depan bersamamu..
Duhai
pendampingku...engkau telah mempesona jiwaku..ahlaqmu bagai permata sungguh
begitu mahal dan tak tergantikan oleh apapun. Sayang terima kasih..engkau telah
ikhlas memberiku pancaran cinta tanpa henti, tetap hangat dan penuh dengan
romantis dan terkadang selalu kurasakan seperti tidak pernah berhenti.
Sayang..bersamamu hangatkan kebekuan jiwaku,mengalir
dalam larutan cinta menguatkan jiwa untuk tetap kuat melawan segala kegetiran
hidup. Di sini, di relung hati yang paling dalam lara berbisik sunyi, terusik
kata : "Wahai
pendampingku yang telah menyobek jiwa, hadir mu adalah penyejuk. Tak kuasa aku
palingkan cinta ini darimu..
Sayang..cinta yang ada dalam jiwaku ini telah menutupi yang ada, sehingga
kedewasaan ini semakin terasa kuat menghujam dalam jiwa menyadarkan bahwa tak
ada manusia yang sempurna di dunia ini. hadirmu di sisiku adalah anugerah
untukku, terindah dan terus membuatku semakin cinta
Liesku...sayang, pendamping hidupku...cinta ini terus bergerak menelusuri
jejak-jejak indah di relung hati. Saat hening malam, tahukah engkau cantik..aku
berdo’a pada Ilahi : Ya Allah biarkan cinta ini terus mengalir antara kami
berdua, tambahkan dan teruslah bertambah dan Ya Allah sampaikanlah nanti ke
surga..
Sayang...janji awal kehidupan bersama kita, kan selalu membuat diriku
teringat sebuah janji agung di hadapan Allah dan orang-orang yang hadir saat
itu. Menjadi sepasang pengantin yang menjadi bagian dari batu peradaban Islam
hari esok. Wahai pendampingku...maafkan aku yang tak bisa selalu bahagiakanmu setiap
saat, aku malu dengan ketulusanmu menemaniku..maafkan aku cantik..maafkan..
Wahai istriku..yang mempesona jiwaku, aku berusaha untuk menjadi seorang
suami yang istimewa di hadapanmu..namun maafkan diriku jika belum bisa berhasil
karena kegelinciran khilafku bisa jadi engkau tak dapati aku sebagai seorang
suami yang istimewa di hadapanmu..
Wahai pendampingku...dalam pandangku engkau adalah sosok yang berharga,
menyusuri perasaan terdalamku dan membuat diriku terdecak kagum kepada engkau.
Engkau berikan ketulusan cinta untuku dan ketaatanmu membuat diriku semakin
cinta kepadamu.
Wahai Cahaya lembut yang cantik... teruslah bercahaya cantik...do’akan agar
suamimu ini menjadi seorang suami yang bertanggung jawab, seorang suami yang
taat kepada Allah dan juga menjalankan sunnah Rasul saw. Do’akan agar setiap
langkahku di ridhoinya, dan diberikan keberkahan dalam mencari Rezki yang
halal. aamin
Cantik..tetaplah bercahaya..I love you.. Lies Nurliyani (Cahaya lembut yang
cantik...)
Suamimu..Ridwan
Senin, 03 Desember 2012
Gadis cantik yang begitu mencintaiku
ku terpekur dalam cinta ketika menatap wajahmu
Dibalut sunyi yang khusyuk, jiwa dan raga semakin merunduk
Duhai cahaya mataku...
Adakah dikau selalu meneduhkan hati, pelipur rindu?
Mata indahnya sering kali menatapku dengan kerinduan membuncah. Binar dari balik tirai lentik bulu mata itu pun senantiasa ada jutaan pendar cinta. Selalu pula bibir mungilnya terukir sebentuk senyum merekah. Tak lama kemudian, ia akan menghambur ke pelukan. Mendekapku dengan manja seraya memberikan ciuman di pipi kiri dan kanan, muaaah.
Gadis cantik itu begitu mencintaiku dan selalu ingin bersama. Setiap ada kesempatan, diikutinya langkah kaki ini saat akan melangkah pergi. Karena itu wajahnya tak urung cemberut ketika melihatku harus pergi ke kampus. Namun dari balkon lantai dua International House, ia tak pernah lupa melambaikan tangan. Ketika malam menjelang dan kemudian terdengar bel berdentang, gadis itu dengan setengah berlari menuju ke arah pintu. Bersorak girang, kemudian mencium tangan untuk menyambut kepulanganku.
Terkadang pula ia telah terlelap di tempat tidur ketika aku terpaksa pulang di malam yang larut. Sejenak aku terpekur di sisinya untuk sekedar menikmati wajahnya yang damai dan bahagia. Karena rasa rindu serta cinta, selalu kubelai rambutnya yang bergelombang. Tak lupa kecupan lembut di keningnya.
Cinta memang tumbuh dan berkembang karena yang dicintai selalu ada di samping kita. Karena itulah, di hari libur sering kami habiskan waktu bersama. Satu sepeda berdua, menikmati indahnya kota tua Iizuka. Ia pun senang jika mendengarkan aku berdendang. Tak jarang pula mulutnya mencoba menirukan lagu yang kunyanyikan.
Koen ni, hei! Ikimashou, hei... hei... (Hei, mari pergi ke taman).
Minna de ikimashou, let's go! (Mari pergi bersama-sama, ayo!).
Sering pula berganti dengan nasyid Persembahan-nya Izzatul Islam.
Allahu akbar, Allahu akbar (3x)
Jalan ini jalan panjang penuh aral nan melintang
Namun jua kau lalui tuk Illahi
Walaupun rasa terdera raga berpeluh terluka
Langkah tak surut berpacu tuk syahid jalan dituju
Terdengar jernih suaranya mengikuti. Tak jelas kata terucap, hanya teriakan huwaa... ba!!! Menirukan takbir Allahu Akbar!!!
Gadis cantik itu mencintaiku karena aku pun mencintainya. Bukankah cinta sejati senantiasa terbalas pula dengan cinta? Apatah lagi ia adalah cahaya mataku yang cantik, amanah cinta kami berdua, Zafirah Asy-Syifa. Tentu saja ia laksana putri raja nan jelita bagi Abi dan Ummi-nya, karena setiap buah hati kita pastilah yang tertampan atau tercantik di dunia. Mereka pun anugerah terindah dan berharga bagi setiap orang tua. Lahir dan tumbuh karena kemahasempurnaan Sang Pencipta.
Pun, Rasulullah SAW pernah mengingatkan bahwa pada setiap pohon terdapat buah dan buahnya hati adalah anak. Bahkan, Allah SWT tak akan mengasihi mereka yang tidak mengasihi anaknya, karena itulah aku belajar mendidik Asy-Syifa dengan kasih dan cinta. Dan aku yakin pula, seorang anak juga akan belajar dari apa yang orang tua ajarkan terhadap dirinya.
Sebagaimana mereka tumbuh dalam cacian, maka ia akan menjadi orang yang gemar mencaci. Bila tumbuh dalam keluarga yang kering terhadap apresiasi, akan sulit rasanya berharap ia memberikan juga apresiasinya kepada orang lain. Dan jika anak tersebut tumbuh dalam nuansa penuh curahan kasih sayang dan cinta, kelak ia pun akan menjadi seseorang yang senang mencintai.
Nak...
Kalaulah engkau tahu, begitu besar cintaku kepadamu. Dan, aku pun sadar akan cintamu kepadaku. Cintailah aku sebagaimana aku pun mencintaimu. Namun, semoga itu tak melalaikan cinta kita kepada Sang Pemilik Cinta, karena aku dan dirimu tak akan pernah ada jika bukan karena cinta-Nya. Wallahu a'lamu bish-shawaab.
Abu Aufa
Catatan:
Iizuka : nama sebuah kota kecil yang terletak di tengah-tengah Fukuoka Prefecture, Pulau Kyushu, Jepang. [Dimuat di Majalah Ummi]
Dibalut sunyi yang khusyuk, jiwa dan raga semakin merunduk
Duhai cahaya mataku...
Adakah dikau selalu meneduhkan hati, pelipur rindu?
Mata indahnya sering kali menatapku dengan kerinduan membuncah. Binar dari balik tirai lentik bulu mata itu pun senantiasa ada jutaan pendar cinta. Selalu pula bibir mungilnya terukir sebentuk senyum merekah. Tak lama kemudian, ia akan menghambur ke pelukan. Mendekapku dengan manja seraya memberikan ciuman di pipi kiri dan kanan, muaaah.
Gadis cantik itu begitu mencintaiku dan selalu ingin bersama. Setiap ada kesempatan, diikutinya langkah kaki ini saat akan melangkah pergi. Karena itu wajahnya tak urung cemberut ketika melihatku harus pergi ke kampus. Namun dari balkon lantai dua International House, ia tak pernah lupa melambaikan tangan. Ketika malam menjelang dan kemudian terdengar bel berdentang, gadis itu dengan setengah berlari menuju ke arah pintu. Bersorak girang, kemudian mencium tangan untuk menyambut kepulanganku.
Terkadang pula ia telah terlelap di tempat tidur ketika aku terpaksa pulang di malam yang larut. Sejenak aku terpekur di sisinya untuk sekedar menikmati wajahnya yang damai dan bahagia. Karena rasa rindu serta cinta, selalu kubelai rambutnya yang bergelombang. Tak lupa kecupan lembut di keningnya.
Cinta memang tumbuh dan berkembang karena yang dicintai selalu ada di samping kita. Karena itulah, di hari libur sering kami habiskan waktu bersama. Satu sepeda berdua, menikmati indahnya kota tua Iizuka. Ia pun senang jika mendengarkan aku berdendang. Tak jarang pula mulutnya mencoba menirukan lagu yang kunyanyikan.
Koen ni, hei! Ikimashou, hei... hei... (Hei, mari pergi ke taman).
Minna de ikimashou, let's go! (Mari pergi bersama-sama, ayo!).
Sering pula berganti dengan nasyid Persembahan-nya Izzatul Islam.
Allahu akbar, Allahu akbar (3x)
Jalan ini jalan panjang penuh aral nan melintang
Namun jua kau lalui tuk Illahi
Walaupun rasa terdera raga berpeluh terluka
Langkah tak surut berpacu tuk syahid jalan dituju
Terdengar jernih suaranya mengikuti. Tak jelas kata terucap, hanya teriakan huwaa... ba!!! Menirukan takbir Allahu Akbar!!!
Gadis cantik itu mencintaiku karena aku pun mencintainya. Bukankah cinta sejati senantiasa terbalas pula dengan cinta? Apatah lagi ia adalah cahaya mataku yang cantik, amanah cinta kami berdua, Zafirah Asy-Syifa. Tentu saja ia laksana putri raja nan jelita bagi Abi dan Ummi-nya, karena setiap buah hati kita pastilah yang tertampan atau tercantik di dunia. Mereka pun anugerah terindah dan berharga bagi setiap orang tua. Lahir dan tumbuh karena kemahasempurnaan Sang Pencipta.
Pun, Rasulullah SAW pernah mengingatkan bahwa pada setiap pohon terdapat buah dan buahnya hati adalah anak. Bahkan, Allah SWT tak akan mengasihi mereka yang tidak mengasihi anaknya, karena itulah aku belajar mendidik Asy-Syifa dengan kasih dan cinta. Dan aku yakin pula, seorang anak juga akan belajar dari apa yang orang tua ajarkan terhadap dirinya.
Sebagaimana mereka tumbuh dalam cacian, maka ia akan menjadi orang yang gemar mencaci. Bila tumbuh dalam keluarga yang kering terhadap apresiasi, akan sulit rasanya berharap ia memberikan juga apresiasinya kepada orang lain. Dan jika anak tersebut tumbuh dalam nuansa penuh curahan kasih sayang dan cinta, kelak ia pun akan menjadi seseorang yang senang mencintai.
Nak...
Kalaulah engkau tahu, begitu besar cintaku kepadamu. Dan, aku pun sadar akan cintamu kepadaku. Cintailah aku sebagaimana aku pun mencintaimu. Namun, semoga itu tak melalaikan cinta kita kepada Sang Pemilik Cinta, karena aku dan dirimu tak akan pernah ada jika bukan karena cinta-Nya. Wallahu a'lamu bish-shawaab.
Abu Aufa
Catatan:
Iizuka : nama sebuah kota kecil yang terletak di tengah-tengah Fukuoka Prefecture, Pulau Kyushu, Jepang. [Dimuat di Majalah Ummi]
Langganan:
Postingan (Atom)