Humanistik apapun itu tetaplah humanistik,jika kemudian disamakan pengertianya secara sederhana menjadi kemanusiaan. Konteks itulah yang terkadang pada ruang tertentu menjadi sebuah perdebatan bahkan menyebabkan kehancuran.
Humanistik bila tidak dibekali acuan malah terlalu lebar dan menembus batas salah satu kebutuhan dasar menjalani kehidupan yakni adil. Keadilan menjadi disalahgunakan karena adanya suatu relationship sehingga sampailah pada kondisi vis a vis aturan,lalu benarkah aturan itu menjadi versus humanistik?
Mispersepsilah yang menyebabkan aturan menjadi lawan sebuah hubungan kemanusiaan,hanya karena seseorang atau kelompok dekat dengan dirinya maka semua harus dibela mati matian tanpa pernah mau tahu siapa yang salah. Menurut saya ini racun tingkat tinggi,bagi jiwa maupun fisiknya.
Sisi lain yg menyebabkan ini muncul,bisa juga karena ego yang bisa jadi sejak kecil ia dapatkan bahwa semua itu bisa didapatkan dengan mudah tak peduli benar atau salah. Jika ini terjadi tidak mungkin panggilan hai jiwa jiwa yg tenang..fadkhuli..(masuklah) ke surga bisa hinggap pada jiwa yang sakit seperti ini
Kamis, 21 Agustus 2014
Aturan vs humanistik
Minggu, 17 Agustus 2014
Renungan da`wah
Da`wah
Sebuah catatan besar adalah manakala ucapan tak sesuai dengan perbuatan.
Adalah sebuah kemunduran jika seorang aktivis kebaikan itu menampilkan kepribadian yang tidak baik,ia dibenci,ia ditinggalkan bahkan kehadirannya terasa meresahkan. Padahal apa yang kurang?segala aktivitas kebaikan yang berupa ibadah hampir tak pernah ia lewatkan,ia juga aktif terlibat dalam pertemuan kajian keislaman,sering berkumpul dengan masyarakat dan jauh dari itu ia juga aktif dalam perkumpulan sosial. Tapi mengapa orang lain tak bisa lama berdampingan dengannya?karena ternyata kajian keislaman dan kebaikann yang selama.ini ditunjukkan hanyalah sebuah kamuflase atau yang lebih jelas lagi dibaca pencitraan. Jika hal ini terjadi maka sungguh menyedihkan,ia hidup hanya.sekedar masalah pencitraan bukan untuk mencari ketulusan dan keridhoan sang pencipta.
Yang lebih aneh lagi ketika sang aktivis kebenaran itu malah kemudian mengusung kemaksiatan,dengan alih alih berbaur dengan yang lain ia lupa bahwa berbaur itu bukan berarti tercampur. Jika pembiaran..pembiaran ini terus dilakukan maka.sebuah cita cita perubahan menuju lebih baik hanyalah sekedar menjadi wacana saja..sungguh ironi
Jumat, 19 Juli 2013
refleksi tentang cinta
Misalnya saja dalam ikatan keluarga, dimana nuansa cinta harus terus bergelora bahkan sampai tidak ada kata titik. Quu anfusikum wa ahlikum naaro adalah satu sentuhan luar biasa dari Allah untuk para penjaga cinta yakni kepala keluarga, disinilah jalan yang seharusnya diperhitungkan untuk terus dijaga karena sebagai kepala keluarga ia seharusnya memberikan pelayanan yang terbaik untuk orang-orang yang ada dalam keluarganya.
Ayah, kata sederhana namun sarat akan makna. disinilah peran pemahaman seorang ayah mengenai posisinya dalam keluarga. Jika mendalaminya lebih mendalam sang ayah ternyata adalah penjaga cinta yang harus terus menyala, tanpa mendalaminya sang ayah hanyalah menjadi pemimpin yang tanpa punya kuasa apa-apa. sahabat..ketahuilah bahwa menjadi ayah itu bukanlah sederhana namun sebenarnya langkah -langkah menjadi seorang ayah itu selalu sederhana yakni terus menerus mengobarkan cinta di tengah keluarganya.
maka, jika mau melihat suatu peradaban lihatlah keluarganya. Jika lihat keluarga maka lihatlah ayahnya..bagaimana?
Kamis, 14 Februari 2013
berististigfarlah maka kau akan beruntung
beristigfarlah...karena dengan istigfar akan banyak keistimewaan yang akan di dapat, namun yang terpenting dari semua itu adalah pengampunan akan dosa yang sudah dilakukan oleh kita. Manusia itu tidak ada yang luput dari yang namanya kesalahan, bahkan para nabi pun pernah melakukan kesalahan dalam hidupnya. namun para Nabi juga mengajarkan kepada kita mengenai bagaimana bertaubat atau bagaimana kita merenungi kesalahan-kesalahan kita dan memohon ampun kepada Allah, sehingga banyak sekali di Al Qur'an do'a-do'a yang dipanjatkan oleh para nabi yang kemudian menjadi warisan yang bisa kita gunakan untuk bermunajat.
Beristigfarlah..karena hati kita akan terus lembut dan pikiran akan terbuka. dari dibukanya hati dan pikiran ini maka segala permasalahan akan terbuka, subhanallah. Mari kita sejenak merenung dengan Surat An Nasr, disana ada pembicaraan mengenai kemenangan dan yang dengan jelas kita dapati bahwa menuju semua itu harus dilalui dengan ungkapan bertasbih dan beristigfar.
JIka Rasulullah saw saja yang dijamin oleh Allah masuk kedalam surga setiap hari membaca 100 kali dzikir istighfar, maka mengapa kita tidak lakukan itu semua? padahal dosa-dosa kita lebih banyak dari Rasulullah.