Tampilkan postingan dengan label indonesia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label indonesia. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 18 April 2015

Reformasi berkelanjutan (1)

Reform means the improvement or amendment of what is wrong, corrupt, unsatisfactory, etc.

Reform is generally distinguished fromrevolution. The latter means basic or radical change; whereas reform may be no more than fine tuning, or at most redressing serious wrongs without altering the fundamentals of the system. Reform seeks to improve the system as it stands, never to overthrow it wholesale. Radicals on the other hand, seek to improve the system, but try to overthrow whether it to be government or a group of people themselves. (Wikipedia)

Sengaja tulisan ini disuguhkan agar kita menyadari bahwa apa yang terjadi pada negeri ini sesungguhnya sedang menuju pada sebuah perubahan yang lebih baik. Reformasi yang digaungkan pada tahun 98 bukanlah terhenti pada saat itu tetapi yang namanya memformat ulang adalah sebuah proses perbaikan secara terus menerus. Seperti pengertian diawal tulisan ini bahwa yang terjadi di negeri ini bukanlah revolusi dimana ada sebuah perubahan radikal.

Reformasi haruslah dikawal dengan nilai,dengan sebuah indikator indikator yang bisa diukur dan dievaluasi. Jika reformasi tak dikawal maka yang terjadi adalah disorientasi,bahkan disfungsi pun menjadi tumbuh tak karuan sehingga menjadi benalu benalu baru dalam tumbuhan yang bernama reformasi.

Reformasi yang tanpa nilai inilah yang kemudian menjadi a historis,epistimologi dari reformasi indonesia menjadi kata yang bisa jadi sebuah penyesalan bagi masyarakat yang tak bersentuhan langsung dengan apa yang terjadi dan untuk apa ada reformasi. Logika umum yang diharapkan memang tidak bisa dilepaskan dari namanya kemudahan mendapatkan hak dasar yakni pangan,sandang dan papan. Jika itu tidak didapat maka pergolakan itu akan selalu muncul dan yang di khawatir kemudian penumpang gelap dari perjalanan menuju perubahan lebih baik ini melakukan sabotase pemikiran bahwa indonesia tidaklah perlu dengan apa yang terjadi pada tahun 98. Sehingga zaman bisa jadi terulang dengan gaya ototarianisme dengan wajah baru,yang perlu diwaspadai jika hal ini dimafhumi oleh semuanya maka selamat tinggal reformasi...


Senin, 21 Oktober 2013

MudaPahlawan seri1

Masih muda..dan ia menjadi pahlawan..

kira-kira seperti itulah yang seharusnya ada dalam benak para pemuda bangsa ini,masih muda dan ia menjadi seorang pahlawan. Kata pahlawan barangkali sering sekali menjadi sulit divisualisasikan karena terpola bahwa kata pahlawan terkadang dipadankan dengan kata martir atau dengan bahasa lain syahid.

Semangat kepahlawanan harus didik sejak kecil karena ia yang akan memberikan efek percepatan bagi sebuah bangsa agar bisa menjadi bangsa yang maju. seorang pahlawan pastinya punya segudang spirit yang tak pernah henti untuk mencapai tujuannya, dahsyatnya ia mampu mengenyampingkan seluruh urusan yang menghalangi tujuannya.

Lihatlah bagaimana tokoh mudaPahlawan selalu memberi decak kagum pada kita semua, meski umurnya masih muda namun geraknya dan visi hidupnya membahana hingga terus terasa bergelora sepanjang zaman. Namun memproduksi mudaPahlawan bukanlah pekerjaan mudah, apalagi musuhnya anak muda adalah hedonisme.

Ini adalah project bersama, yang harus berlaku bagi setiap keluarga di negeri ini. Bagaimana kita kemudian memandang bahwa menjadi pahlawan adalah sebuah cita-cita,sebuah narasi besar yang diselipkan dalam budaya keluarga. Maka bukanlah tidak mungkin negeri ini akan tetap besar dan bahkan menjadi besar jikalau rakyatnya tergerak untuk menjadi pahlawan.




Jumat, 14 Desember 2012

Bangkit...Indonesia !!!


Indonesia adalah bangsa yang besar, yang punya banyak ragam budaya dan bahasa. Indonesia itu bukanlah milik segelintir orang yang mengatasnamakan negara ! Yang mengherankan, begitu kaya negeri ini namun tetap terlihat miskin. "man made poverty" begitu kata bang Chairul Tanjung.

Kemiskinan yang ada pada negeri ini adalah kemiskinan yang dibuat oleh manusianya sendiri, orang begitu rela dan senang hati rumahnya di cap miskin demi tiap bulan mendapatkan bantuan, padahal ia punya motor, ladang dan lainnya yang menunjukan ia bukanlah orang miskin.

Masa kayu yang ditancap di tanah bisa tumbuh, ini dikatakan sebagai bangsa yang miskin !!! tidak..tidak boleh lagi hari esok warga Indonesia terus berbangga dengan kemiskinannya. Aku cinta bangsa ini dan hanya ingin satu kata Indonesia ...sejahtera !!!
 share

Senin, 03 Desember 2012

demokrasi sayur asem

Sayur asem merupakan makanan yang terdiri dari varian sayur- mayur plus racikan lainnya. Ia begitu dinikmati jika bersama-sama dengan ikan asin, terasa lebih nikmat lagi ketika dimakan pada cuaca yang dingin. syur..syur lezat.
melihat gambar di atas enak bukan? demokrasi menurut saya seperti laksana sayur asem itu..ia terdiri dari berbagai macam bentuk dan punya rasa yang berbeda-beda. Yang unik dari sayur asem itu adalah ketika percampuran dan racikan itu kelebihan atau kurang maka rasa yang dihasilkan menjadi hambar.
Indonesia adalah negara besar yang di dalamnya terdiri dari banyak sekali golongan dan tak sedikit juga berbeda kepentingan, namun kita semua sepakat bahwa demokrasi di Indonesia itu bukanlah demokrasi ala liberal maupun demokrasi terpimpin. Demokrasi yang disetujui oleh founding father adalah demokrasi dengan musyawarah untuk mencapai mufakat, point inilah yang secara perlahan mulai ditinggalkan oleh bangsa kita.
Entah bagaimana awalnya, saat ini demokrasi identik dengan suara terbanyak atau bahasa kasarnya dipilih berdasarkan hitungan pemilih yang paling banyak. Jika melihat demikian maka akan semakin miris lah kita, punya duit yang banyak maka money politic saja dibagi-bagi ke smua orang biar memilih, jika dia public figure maka ketenaran dirinyalah yang jadi modal. Yang gaswat adalah ketika ia tidak cukup dalam pengalaman, tidak cukup dalam kematangan, tidak punya keinginan untuk membantu sesama.

demokrasi Indonesia itu berdasarkan musyawarah untuk mencapai kemufakatan, artinya segala sesuatu yang menjadi keputusan itu berdasarkan musyawarah. Memang dalam musyawarah itu memerlukan waktu yang lama, namun keputusan dari persoaln itu akan lebih komprehensif. lalu akan muncul kemudian " kan dengan model yang sekarang juga kita sudah lihat lewat adu debat?" memang itupun tidak salah, namun terkadang yang luput dari perhatian adalah mengenai kompetensi yang dimiliki oleh sesorang seakan tak dilihat.

maka ketika bicara sayur asem, maka racikannya harus pas..bagaimana dengan anda?