Jumat, 22 Februari 2013

hasil cap-c


Eka Kartikawati A
Siti Nurhasanah A
Ina Nur Oktaviani A
Dwi Nuraeni A
Sri Noviyani A
Siti Fadhila Haryanti  A
Siti Suhaeni A
Tika Sartika A
M.Reza Maulana Azis A
Selvia Asri Mareta A
Rizqy Aulia Manan A
Nia Indrianti A
Yuliani A
Emilia Widiandini A
Yulianti Syah Putri Arief A
Ria Anggraeni A
Pramesti Kusuma Dewi A

Hasil Cap-B


Fitri Endah Lestari A
Harli Subagja A
Dewi Sinta A
Neneng Witria Aprilia A
Ernawati A
Toni Anggara A
Hernawan A
Taopik Hidayat A
Andre Prasetya A
Fia Fitria Tubagus A
Tini Nur Anggraeni A
Inggi Nurtriani A
Elis Ernawati A
Mia Mega Kurnia A
Dedeh Sumarni A
Febry Rahayu Rahmadiani A
Bastian Fernando A
Ida Widianingsih A
Muhammad Riza Hilmawan A
Weni  A







































Kamis, 14 Februari 2013

berististigfarlah maka kau akan beruntung

"maka aku berkata (kepada mereka), "mohonlah ampunan kepada Tuhan-Mu, sungguh, Dia Maha Pengampun. niscaya Dia akan menurunkan hujan yang lebat dari langit kepadamu. Dan Dia memperbanyak harta dan anak-anakmu, dan mengadakan kebun-kebun untukmu dan mengadakan sungai-sungai untukmu" (Nuh:10-12)

beristigfarlah...karena dengan istigfar akan banyak keistimewaan yang akan di dapat, namun yang terpenting dari semua itu adalah pengampunan akan dosa yang sudah dilakukan oleh kita. Manusia  itu tidak ada yang luput dari yang namanya kesalahan, bahkan para nabi pun pernah melakukan kesalahan dalam hidupnya. namun para Nabi juga mengajarkan kepada kita mengenai bagaimana bertaubat atau bagaimana kita merenungi kesalahan-kesalahan kita dan memohon ampun kepada Allah, sehingga banyak sekali di Al Qur'an do'a-do'a yang dipanjatkan oleh para nabi yang kemudian menjadi warisan yang bisa kita gunakan untuk bermunajat.

Beristigfarlah..karena hati kita akan terus lembut dan pikiran akan terbuka. dari dibukanya hati dan pikiran ini maka segala permasalahan akan terbuka, subhanallah. Mari kita sejenak merenung dengan Surat An Nasr, disana ada pembicaraan mengenai kemenangan dan yang dengan jelas kita dapati bahwa menuju semua itu harus dilalui dengan ungkapan bertasbih dan beristigfar.

JIka Rasulullah saw saja yang dijamin oleh Allah masuk kedalam surga setiap hari membaca 100 kali dzikir istighfar, maka mengapa kita tidak lakukan itu semua? padahal dosa-dosa kita lebih banyak dari Rasulullah.

Selasa, 05 Februari 2013

mengubah kesulitan menjadi kebahagiaan

Kesulitan..jika bicara kata itu maka akan tertuju pada satu makna yakni tidak menyenangkan,membuat jiwa terancam dan seakan hidup ini sudah mati. namun apakah benar kesulitan itu hanyakata yang harus dikubur? menurut saya kata-kata negatif bukanlah kata-kata yang mesti dikubur, semua tergantung dari persepsi seseorang ketika menghadapi kata itu. kata negatif adalah kata yang bersanding dengan kata positif, ia memiliki peranan dan ia memiliki power untuk menguasai kehidupan seseorang.

Tak selamanya kata yang dikenal negatif itu mempunyai efek negatif, salah satu kata itu misalnya mundur. kata mundur itu bisa bermakna baik jika dipadankan dengan kata atau kalimat positif, sebagai contoh ; untuk menanam padi itu harus berjalan MUNDUR, agar ruangan bersih maka harus membersihkan ruangan dengan jalan MUNDUR. begitu juga ketika kita bicara mengenai kesulitan, maka jika dihubungkan dengan kalimat yang menyenangkan maka akan menghasilkan makna lain.

persepsi adalah hal yang berpengaruh terhadap aksi seseorang terhadap apa-apa yang dihadapi, jika ia paham bahwa dalam hidup ini dijadikan berpasang-pasangan maka harus tahu betul jika ada kata menyenangkan maka akan ada juga kata menyedihkan. Oleh karena itu, memahami makna kesulitan itu juga harus benar-benar kita ubah cara berfikir kita dan nuansa hati kita. Orang-orang sukses adalah orang-orang yang mampu mengelola dari apa yang tidak disukai menjadi sesuatu yang dia senangi.

Berbicara kesulitan maka pasti ada lawannya yakni kemudahan, oleh karena itu cara mengubah kesulitan menjadi kebahagiaan adalah bagaimana cara berfikir kita itu adlah bagaimana menggapai kebahagiaan bukan bagaimana cara mengatasi kesulitan.  orang yang berfikir menggapai kebahagiaan akan selalu berfikir dan berkerja keras untuk selalu bahagia, maka ketika menemukan kesulitan ia tetap tersenyum dan menganggap kesulitan yang dihadapi adalah bagian dari perjalanannya menuju kebahagiaan. tetapi orang yang berfikir bagaimana mengatasi kesulitan akan fokus dengan penyelesasaian  kesulitan, namun akan terhenyak ketika selesai menghadapi kesulitan yang satu telah bertemu dengan kesulitan lain yang bobotnya sama atau bisa jadi syok ketika bertemu dengan kesulitan berat