Masih muda..dan ia menjadi pahlawan..
kira-kira seperti itulah yang seharusnya ada dalam benak para pemuda bangsa ini,masih muda dan ia menjadi seorang pahlawan. Kata pahlawan barangkali sering sekali menjadi sulit divisualisasikan karena terpola bahwa kata pahlawan terkadang dipadankan dengan kata martir atau dengan bahasa lain syahid.
Semangat kepahlawanan harus didik sejak kecil karena ia yang akan memberikan efek percepatan bagi sebuah bangsa agar bisa menjadi bangsa yang maju. seorang pahlawan pastinya punya segudang spirit yang tak pernah henti untuk mencapai tujuannya, dahsyatnya ia mampu mengenyampingkan seluruh urusan yang menghalangi tujuannya.
Lihatlah bagaimana tokoh mudaPahlawan selalu memberi decak kagum pada kita semua, meski umurnya masih muda namun geraknya dan visi hidupnya membahana hingga terus terasa bergelora sepanjang zaman. Namun memproduksi mudaPahlawan bukanlah pekerjaan mudah, apalagi musuhnya anak muda adalah hedonisme.
Ini adalah project bersama, yang harus berlaku bagi setiap keluarga di negeri ini. Bagaimana kita kemudian memandang bahwa menjadi pahlawan adalah sebuah cita-cita,sebuah narasi besar yang diselipkan dalam budaya keluarga. Maka bukanlah tidak mungkin negeri ini akan tetap besar dan bahkan menjadi besar jikalau rakyatnya tergerak untuk menjadi pahlawan.
Senin, 21 Oktober 2013
Jumat, 18 Oktober 2013
ketiga negatif mengalahan positif
Galau..galau begitu yang sering saya baca dan bahkan sering terdengar dari sebagian orang yang liat status sosmed maupun dari ucapan, he..he sebagian besar memang terlihat dari skala umur yang masih muda.
Kata galau bahkan menjadi bergeser makna, dari kalimat negatif bahkan bisa menjadi kalimat yang diapresiasikan menjadi sebuah kalimat yang mampu mendorong dirinya menjadi "lebih" membumi. maksudnya? begini loh maksudnye...
dewasa ini terus berkembang kreatifitas khusunya dalam bentuk baju,lebih khusus lagi banyak bermunculan distro. namun akhir-akhir ini yang terlintas di mata ini begitu banyak tulisan negatif yang kemudian dikenakan oleh anak-anak muda. terlintas sih sepertinya terasa lebih gaul, karena dari design yang stylish dan warna-warna yang muncul juga terkesan "gaul" banget
Mungkin ada yang berprinsip what is the name, apalah artinya sebuah nama. Namun bagi saya nama itu tetaplah memiliki sebuah arti dan makna tersendiri bahkan bisa menjangkau lebih dalam lagi yakni berpengaruh terhadap kejiwaan seseorang. jika merunut agama, ada tuntunan dari syariat yang menyuruh kepada umat untuk memilihkan nama yang baik. Karena dalam syariat islam nama itu merupakan do'a, sehingga ketika seorang doktor dari Jepang yang meneliti kristal air yang kemudian menuliskan dalam sebuah bukunya yakni the power of water ternyata apa yang disebutkan bahwa nama itu berpengaruh terhadap bentuk kristal air membuktikan bahwa kata ataupun nama bukanlah sesuatu yang asal dan tidak berpengaruh sama sekali.
Aneh tapi nyata banyak yang tidak tersadarkan bahwa nama/kata itu membawa dampak yang signifikan, maka jangan heran jika begitu banyak kerusakan yang melanda bisa jadi dikarenakan oleh ungkapan atau cap negatif yang beredar dalam kehidupan warga negara kita saat ini menjadi pemicu. memang ungkapan hal itu terlalu dini dan tidak valid, namun sepertinya akan menjadi menarik ketika dilakukannya penelitian " kata negatif dan kemajuan bangsa", bagaimana saudara?
Kata galau bahkan menjadi bergeser makna, dari kalimat negatif bahkan bisa menjadi kalimat yang diapresiasikan menjadi sebuah kalimat yang mampu mendorong dirinya menjadi "lebih" membumi. maksudnya? begini loh maksudnye...
dewasa ini terus berkembang kreatifitas khusunya dalam bentuk baju,lebih khusus lagi banyak bermunculan distro. namun akhir-akhir ini yang terlintas di mata ini begitu banyak tulisan negatif yang kemudian dikenakan oleh anak-anak muda. terlintas sih sepertinya terasa lebih gaul, karena dari design yang stylish dan warna-warna yang muncul juga terkesan "gaul" banget
Mungkin ada yang berprinsip what is the name, apalah artinya sebuah nama. Namun bagi saya nama itu tetaplah memiliki sebuah arti dan makna tersendiri bahkan bisa menjangkau lebih dalam lagi yakni berpengaruh terhadap kejiwaan seseorang. jika merunut agama, ada tuntunan dari syariat yang menyuruh kepada umat untuk memilihkan nama yang baik. Karena dalam syariat islam nama itu merupakan do'a, sehingga ketika seorang doktor dari Jepang yang meneliti kristal air yang kemudian menuliskan dalam sebuah bukunya yakni the power of water ternyata apa yang disebutkan bahwa nama itu berpengaruh terhadap bentuk kristal air membuktikan bahwa kata ataupun nama bukanlah sesuatu yang asal dan tidak berpengaruh sama sekali.
Aneh tapi nyata banyak yang tidak tersadarkan bahwa nama/kata itu membawa dampak yang signifikan, maka jangan heran jika begitu banyak kerusakan yang melanda bisa jadi dikarenakan oleh ungkapan atau cap negatif yang beredar dalam kehidupan warga negara kita saat ini menjadi pemicu. memang ungkapan hal itu terlalu dini dan tidak valid, namun sepertinya akan menjadi menarik ketika dilakukannya penelitian " kata negatif dan kemajuan bangsa", bagaimana saudara?
Selasa, 15 Oktober 2013
dewasa
" banyak orang melewati umur hingga menjadi tapi sedikit orang yang mampu menjadi dewasa"
karawang,15 oktober 2013
Dewasa..jika menggunakan pemahaman secara umum maka disebut fase terakhir, namun sadarkah kita bahwa menjadi dewasa itu bukanlah pekerjaan mudah? ada yang menganggap bahwa dewasa itu terukur dari umurnya, padahal kedewasaan itu bukanlah dihadirkan dari umur melainkan kematangan diri alias pikirannya dalam mengambil sebuah keputusan.
Saya merenung lebih dalam mengenai sejarah-sejarah yang ada,khususnya mengenai tokoh-tokoh yang berpengaruh di dunia ini. melihat umurnya relatif lebih muda, namun mereka mampu mengarahkan "orang tua" sesuai dengan petunjuknya. hm..hm..inilah ketidak adilan jika dewasa itu diukur dari umur
Salah satu hal yang membuat bangsa ini menjadi tenggelam bisa jadi karena pola kedewasaan belum terbangun, bahkan bisa jadi terlewati begitu saja. menjadi bangsa yang dewasa adalah menjadi bangsa yang mampu belajar dari berbagai kesalahan yang terjadi,namun kita selalu terjebak berkali-kali.
karawang,15 oktober 2013
Dewasa..jika menggunakan pemahaman secara umum maka disebut fase terakhir, namun sadarkah kita bahwa menjadi dewasa itu bukanlah pekerjaan mudah? ada yang menganggap bahwa dewasa itu terukur dari umurnya, padahal kedewasaan itu bukanlah dihadirkan dari umur melainkan kematangan diri alias pikirannya dalam mengambil sebuah keputusan.
Saya merenung lebih dalam mengenai sejarah-sejarah yang ada,khususnya mengenai tokoh-tokoh yang berpengaruh di dunia ini. melihat umurnya relatif lebih muda, namun mereka mampu mengarahkan "orang tua" sesuai dengan petunjuknya. hm..hm..inilah ketidak adilan jika dewasa itu diukur dari umur
Salah satu hal yang membuat bangsa ini menjadi tenggelam bisa jadi karena pola kedewasaan belum terbangun, bahkan bisa jadi terlewati begitu saja. menjadi bangsa yang dewasa adalah menjadi bangsa yang mampu belajar dari berbagai kesalahan yang terjadi,namun kita selalu terjebak berkali-kali.
Jumat, 19 Juli 2013
refleksi tentang cinta
Bahwa bicara mengenai cinta akan selalu terasa panjang, bahkan bisa jadi melelahkan. Namun selalu ada hal yang baru mengenai cinta di setiap pembicaraannya dan juga kelakuannya. Dalam mempelajarinya juga dibutuhkan perjalanan waktu dan ruang untuk bisa sampai kategori mendekati kesempurnaan,ia bahkan harus terus diikat dan harus terus diperbaharui.
Misalnya saja dalam ikatan keluarga, dimana nuansa cinta harus terus bergelora bahkan sampai tidak ada kata titik. Quu anfusikum wa ahlikum naaro adalah satu sentuhan luar biasa dari Allah untuk para penjaga cinta yakni kepala keluarga, disinilah jalan yang seharusnya diperhitungkan untuk terus dijaga karena sebagai kepala keluarga ia seharusnya memberikan pelayanan yang terbaik untuk orang-orang yang ada dalam keluarganya.
Ayah, kata sederhana namun sarat akan makna. disinilah peran pemahaman seorang ayah mengenai posisinya dalam keluarga. Jika mendalaminya lebih mendalam sang ayah ternyata adalah penjaga cinta yang harus terus menyala, tanpa mendalaminya sang ayah hanyalah menjadi pemimpin yang tanpa punya kuasa apa-apa. sahabat..ketahuilah bahwa menjadi ayah itu bukanlah sederhana namun sebenarnya langkah -langkah menjadi seorang ayah itu selalu sederhana yakni terus menerus mengobarkan cinta di tengah keluarganya.
maka, jika mau melihat suatu peradaban lihatlah keluarganya. Jika lihat keluarga maka lihatlah ayahnya..bagaimana?
Misalnya saja dalam ikatan keluarga, dimana nuansa cinta harus terus bergelora bahkan sampai tidak ada kata titik. Quu anfusikum wa ahlikum naaro adalah satu sentuhan luar biasa dari Allah untuk para penjaga cinta yakni kepala keluarga, disinilah jalan yang seharusnya diperhitungkan untuk terus dijaga karena sebagai kepala keluarga ia seharusnya memberikan pelayanan yang terbaik untuk orang-orang yang ada dalam keluarganya.
Ayah, kata sederhana namun sarat akan makna. disinilah peran pemahaman seorang ayah mengenai posisinya dalam keluarga. Jika mendalaminya lebih mendalam sang ayah ternyata adalah penjaga cinta yang harus terus menyala, tanpa mendalaminya sang ayah hanyalah menjadi pemimpin yang tanpa punya kuasa apa-apa. sahabat..ketahuilah bahwa menjadi ayah itu bukanlah sederhana namun sebenarnya langkah -langkah menjadi seorang ayah itu selalu sederhana yakni terus menerus mengobarkan cinta di tengah keluarganya.
maka, jika mau melihat suatu peradaban lihatlah keluarganya. Jika lihat keluarga maka lihatlah ayahnya..bagaimana?
Selasa, 04 Juni 2013
seri ayah juara : konsisten bersama visi
Konsisten..merupakan satu kata yang mudah diucapkan namun sering sekali banyak orang yang terjatuh dengan kata ini, sehingga orang sering sekali pada akhirnya tidak pernah punya perencanaan dalam hidupnya karena menganggap percuma punya rencana nanti juga akan dilanggar.
Memang secara sepintas terkesan benar juga apa yang diucapkan, "nanti juga akan dilanggar". Jika hal itu sudah kita yakini kebenarannya lambat laun malah akan menghantarkan kita pada sebuah suguhan kebudayaan yakni suatu peradaban tanpa visi alias tidak peduli dengan masa depan. sungguh menyeramkan !
Konsisten sering sekali tidak menemui ruangannya, sehingga ia selalu terpinggirkan bahkan terkadang hampir punah sebelum akhirnya orang kemudian menemukan standarisasi operasional. Namun terkadang saya melihat ada keganjilan, jika ia sedang berada dalam lingkungan kerja profesinya maka seakan ia orang yang 100% termanage namun ketika diluar dari pekerjaanya ia pun terlihat 100% tidak termanage. mengapa bisa begitu? jawabannya adalah konsisten
Oleh karena itu, konsisten itu penting. ia selalu akan tersambung dengan kata keberhasilan alias juara, maka tak ayal lagi perlawanan sengit itu akan selalu hadir manakala diri kita ini menerapkan kata konsisten. beberapa hari ini saya coba sempatkan diri untuk membaca 10 bersaudara bintang Al Qur'an, satu kata terucap "Subhanallah", sungguh sebuah suguhan luar biasa bagi orang tua tentang bagaimana konsistensi itu membawa hasil yang signifikan. duet kedua orang tua yang konsisten untuk mencapai visi keluarga, meski secara pasti kedua orang tua itu yakni Ust. Mutamimul 'ula dan Ustdzh Wirianingsih orang yang sibuk, namun luar biasa masih memperhatikan bagaimana mendidik anak sesuai dengan keunikannya masing-masing.
konsisten..konsisten itulah satu kebutuhan mutlak menjadi ayah juara, ayah yang mampu membawa kapal rumah tangga ke arah yang diridhoi ALLAH, tanpa konsisten kapal itu akan oleng bahkan terhempas. Manalah mungkin keluarga itu akan menjadi sakinah mawahdah warahmah jika ia tidak bertemu dengan konsisten untuk tetap menjaga dirinya dan keluarganya dari api neraka (At Tahrim:8), manalah mungkin seorang manusia bernama Ibrahim mendapat julukan kekasih Allah jika ia tidak konsisten untuk menjalankan apa yang diperintahkan ALLAH secara konsisten meski berat menjalaninya dan manalah mungkin qudwah hasanah yakni Rasul Muhammad saw begitu dicintai umat jikalau ia tidak konsisten untuk mecintai umat walau sakaratul maut sudah di depan mata?
sekali lagi mari kita berdo'a pada Allah : Ya Allah konsistenkanlah iman yang terhujam dalam jiwa ini, biarkan iman ini yang menjadikan pikiran dan langkahku implementasikan amal-amal yang Engkau ridhoi. jadikanlah aku hidup mulia dan mati dalam keadaan khusnul khotimah, aamin
Memang secara sepintas terkesan benar juga apa yang diucapkan, "nanti juga akan dilanggar". Jika hal itu sudah kita yakini kebenarannya lambat laun malah akan menghantarkan kita pada sebuah suguhan kebudayaan yakni suatu peradaban tanpa visi alias tidak peduli dengan masa depan. sungguh menyeramkan !
Konsisten sering sekali tidak menemui ruangannya, sehingga ia selalu terpinggirkan bahkan terkadang hampir punah sebelum akhirnya orang kemudian menemukan standarisasi operasional. Namun terkadang saya melihat ada keganjilan, jika ia sedang berada dalam lingkungan kerja profesinya maka seakan ia orang yang 100% termanage namun ketika diluar dari pekerjaanya ia pun terlihat 100% tidak termanage. mengapa bisa begitu? jawabannya adalah konsisten
Oleh karena itu, konsisten itu penting. ia selalu akan tersambung dengan kata keberhasilan alias juara, maka tak ayal lagi perlawanan sengit itu akan selalu hadir manakala diri kita ini menerapkan kata konsisten. beberapa hari ini saya coba sempatkan diri untuk membaca 10 bersaudara bintang Al Qur'an, satu kata terucap "Subhanallah", sungguh sebuah suguhan luar biasa bagi orang tua tentang bagaimana konsistensi itu membawa hasil yang signifikan. duet kedua orang tua yang konsisten untuk mencapai visi keluarga, meski secara pasti kedua orang tua itu yakni Ust. Mutamimul 'ula dan Ustdzh Wirianingsih orang yang sibuk, namun luar biasa masih memperhatikan bagaimana mendidik anak sesuai dengan keunikannya masing-masing.
konsisten..konsisten itulah satu kebutuhan mutlak menjadi ayah juara, ayah yang mampu membawa kapal rumah tangga ke arah yang diridhoi ALLAH, tanpa konsisten kapal itu akan oleng bahkan terhempas. Manalah mungkin keluarga itu akan menjadi sakinah mawahdah warahmah jika ia tidak bertemu dengan konsisten untuk tetap menjaga dirinya dan keluarganya dari api neraka (At Tahrim:8), manalah mungkin seorang manusia bernama Ibrahim mendapat julukan kekasih Allah jika ia tidak konsisten untuk menjalankan apa yang diperintahkan ALLAH secara konsisten meski berat menjalaninya dan manalah mungkin qudwah hasanah yakni Rasul Muhammad saw begitu dicintai umat jikalau ia tidak konsisten untuk mecintai umat walau sakaratul maut sudah di depan mata?
sekali lagi mari kita berdo'a pada Allah : Ya Allah konsistenkanlah iman yang terhujam dalam jiwa ini, biarkan iman ini yang menjadikan pikiran dan langkahku implementasikan amal-amal yang Engkau ridhoi. jadikanlah aku hidup mulia dan mati dalam keadaan khusnul khotimah, aamin
Kamis, 30 Mei 2013
seri ayah juara : performance ayah
sebagai manusia tentu kita tidak bisa lepas dari peran faktor eksternal yang ada, jika lingkungan sekitar dimana ia tumbuh berkembang itu bagus maka hasilnya ia menjadi seseorang yang dapat diharapkan. saya termasuk orang yang bersepaham bahwa lingkungan awal akan memberi pengaruh kuat terhadap internal kejiwaan seseorang.
Setiap hari saat ini jika kita lihat berita, terasa sekali tersayat hati. Terasa dunia ini menjadi serba menyeramkan, kemana-mana penuh dengan kekejaman. hukum yang ada saat ini pun terasa tak terlihat rasa adilnya. pertanyaan yang muncul, apakah semua di dunia ini kejam? apakah semua orang di dunia saat ini tidak mempunyai perasaan lagi?
pernah terbesit pemikiran itu ketika zaman sewaktu awal kuliah, namun setelah berinteraksi dengan banyak orang dan banyak lembaga menguatkan saya bahwa di negeri kita ini masih banyak orang-orang yang tulus dan memiliki energi positif.
jika bicara energi positif, maka selalu dimulai dari keluarga terutama dari sosok sang ayah. penguatan karakter itu berasal dari figure sang ayah, maka performa sang ayah memang mau tidak mau harus menampilkan sosok ideal. bicara ideal bukan lah sosok yang tidak pernah salah, namun ketika ia melakukan kesalahan ia bukanlah sosok yang egois yang maunya menang sendiri. Sosok ayah juara adalah sosok ayah yang berani menampilkan kebenaran dan berani mengakui kesalahan walau itu pada seorang anak
Setiap hari saat ini jika kita lihat berita, terasa sekali tersayat hati. Terasa dunia ini menjadi serba menyeramkan, kemana-mana penuh dengan kekejaman. hukum yang ada saat ini pun terasa tak terlihat rasa adilnya. pertanyaan yang muncul, apakah semua di dunia ini kejam? apakah semua orang di dunia saat ini tidak mempunyai perasaan lagi?
pernah terbesit pemikiran itu ketika zaman sewaktu awal kuliah, namun setelah berinteraksi dengan banyak orang dan banyak lembaga menguatkan saya bahwa di negeri kita ini masih banyak orang-orang yang tulus dan memiliki energi positif.
jika bicara energi positif, maka selalu dimulai dari keluarga terutama dari sosok sang ayah. penguatan karakter itu berasal dari figure sang ayah, maka performa sang ayah memang mau tidak mau harus menampilkan sosok ideal. bicara ideal bukan lah sosok yang tidak pernah salah, namun ketika ia melakukan kesalahan ia bukanlah sosok yang egois yang maunya menang sendiri. Sosok ayah juara adalah sosok ayah yang berani menampilkan kebenaran dan berani mengakui kesalahan walau itu pada seorang anak
Reformasi
bulan ini Mei,dimana kita akan mengingat bahwa sejarah tidak bisa ditutup. Dimana bulan ini adalah bulan bersejerah bagi bangsa Indonesia,bulan bergulirnya cita-cita kebebasan menjadi warga negara yakni reformasi.
Kini, ketika perjalanan reformasi yang diusung anak-anak muda dan masyarakat menapaki tahun ke15 seolah kata itu belum juga menemukan "rumahnya". Negeri ini, masih dihegemoni oleh kata "ironi" sehingga kata "ironisia" mungkin bisa jadi melekat pada negeri yang katanya negeri yang religius. Hm..hm..jujur jika kita baca sejarah negeri ini bukanlah negeri katanya "religius", namun sejarah membuktikan masyarakat Indonesia itu masyarakat yang dekat dengan "agama". Tapi yang menjadi pertanyaan selanjutnya, mengapa unsur agama tidak melekat pada para pemeluknya. Saya sebagai orang yang yakin bahwa agama itu adalah solusi, jikalau boleh mengatakan bahwa ada sesuatu yang salah dalam memahami agama.
Reformasi meski bukanlah meng goal-kan unsur agama, namun nafas reformasi itu ada dalam agama. Karena agama itu hadir dalam rangka mereform kepribadian manusia bahkan jauh lebih luas sampai ke tataran institusi kenegaraan. Islam sebagai agama yang saya anut bahkan mengajarkan semua hal dalam kehidupan ini, oleh karena itu makna reformasi ada dalam islam. kata reformasi yang berarti merubah bentuk, kemudian saya pahami bahwa proses reformasi lebih dekat dengan kata islah.inilah mengapa dalam konsep islam ada kata-kata islah al hukumah (memperbaiki hukum), hukum adalah aturan yang jelas mengikat semua orang buka dibuat untuk kemudian di permainkan.
Adalah ketidakwajaran ketika sebagai manusia kita menghindar atau mencemooh dari hukum, karena hukum itu ada untuk sebuah keteraturan. Tinggal kemudian di tempat dan dalam urusan apa hukum ada itu yang menjadi berbeda-beda. Dengan hukum akan menjadi jelas mana yang salah dan mana yang benar,inilah asas yang paling penting dalam berhadapan dengan hukum. Dan yang terpenting dari hukum itu..semua orang di hadapan hukum itu sama..
so..lanjutkan reformasi (islah al hukumah)
Kini, ketika perjalanan reformasi yang diusung anak-anak muda dan masyarakat menapaki tahun ke15 seolah kata itu belum juga menemukan "rumahnya". Negeri ini, masih dihegemoni oleh kata "ironi" sehingga kata "ironisia" mungkin bisa jadi melekat pada negeri yang katanya negeri yang religius. Hm..hm..jujur jika kita baca sejarah negeri ini bukanlah negeri katanya "religius", namun sejarah membuktikan masyarakat Indonesia itu masyarakat yang dekat dengan "agama". Tapi yang menjadi pertanyaan selanjutnya, mengapa unsur agama tidak melekat pada para pemeluknya. Saya sebagai orang yang yakin bahwa agama itu adalah solusi, jikalau boleh mengatakan bahwa ada sesuatu yang salah dalam memahami agama.
Reformasi meski bukanlah meng goal-kan unsur agama, namun nafas reformasi itu ada dalam agama. Karena agama itu hadir dalam rangka mereform kepribadian manusia bahkan jauh lebih luas sampai ke tataran institusi kenegaraan. Islam sebagai agama yang saya anut bahkan mengajarkan semua hal dalam kehidupan ini, oleh karena itu makna reformasi ada dalam islam. kata reformasi yang berarti merubah bentuk, kemudian saya pahami bahwa proses reformasi lebih dekat dengan kata islah.inilah mengapa dalam konsep islam ada kata-kata islah al hukumah (memperbaiki hukum), hukum adalah aturan yang jelas mengikat semua orang buka dibuat untuk kemudian di permainkan.
Adalah ketidakwajaran ketika sebagai manusia kita menghindar atau mencemooh dari hukum, karena hukum itu ada untuk sebuah keteraturan. Tinggal kemudian di tempat dan dalam urusan apa hukum ada itu yang menjadi berbeda-beda. Dengan hukum akan menjadi jelas mana yang salah dan mana yang benar,inilah asas yang paling penting dalam berhadapan dengan hukum. Dan yang terpenting dari hukum itu..semua orang di hadapan hukum itu sama..
so..lanjutkan reformasi (islah al hukumah)
Langganan:
Postingan (Atom)